oleh

Rizieq Sebut Dirinya Jadi Target Kriminalisasi Sejak Ahok Menistakan Agama

Warungjurnalis, Jakarta – Muhammad Rizieq Shihab (MRS) menyebut dirinya menjadi target kriminalisasi aksi demonstrasi 411 dan 212 pada tahun 2016 yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang melakukan penistaan terhadap ayat Al-Quran diadili.

Rizieq bersama umat islam berkomitmen untuk mengalahkan Ahok yang maju pada Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu. Dia menyebutkan, kala itu Ahok mendapat dukungan dari pemerintah dan diyakini menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Ketika Ahok si penista agama menjadi salah satu calon Gubernur DKI Jakarta dan didukung oleh para oligarki yang saat itu sukses menggalang dukungan mulai dari presiden dan menterinya, panglima TNI dan kapolri serta jajarannya, serta juga seluruh aparatur sipil negara (ASN) di DKI Jakarta yang di wajibkan memilih Ahok,” ujar Rizieq saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (20/5).

Eks imam besar FPI itu juga mengatakan kubu Ahok mendapat dukungan dari berbagai ormas besar hingga dukungan hampir semua partai politik ketika maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

Menurutnya, banyak buzzer yang kala itu menyerang pengguna sosial media yang tidak mendukung Ahok.

“Juga pengerahan dukun dan paranormal yang meminta bantuan kekuatan gaib dan pengerahan gerombolan preman untuk mengintimidasi masyarakat. Belum lagi penerbitan fatwa-fatwa sesat dari ulama gadungan yang mendukung Ahok dengan memutar balikkan dalil dan korupsi ayat,” jelasnya.

Rizieq mengaku, hal tersebut menjadi sikap politiknya yang menolak Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta, lantaran menurutnya ibukota diisi oleh mayoritas warga beragama islam, hal itu menjadi komitmen dirinya bersama umat islam yang ada di ibukota untuk mengalahkan Ahok.

“Kami tidak mau seorang penista agama yang bersikap arogan dan korup, serta sering berucap kata kasar dan kotor jadi pemimpin ibukota sekaligus menjadi kepanjangan tangan oligarki di ibukota,” sambungnya.

Dari hal itu lah Rizieq mengaku dirinya beserta organisasi FPI menjadi target kriminalisasi hingga berakhir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan dakwaan pelanggaran protokol kesehatan.(kn)

Komentar

News Feed