oleh

IJTI Desak Polisi Usut Tuntas Penganiaya Wartawan MNC Media di Riau

Jakarta – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengecam keras penganiayaan terhadap Indra Yoserizal wartawan MNC Media yang dilakukan oleh petugas keamanan PT Nusa Wana Raya (NWR). Indra dianiaya saat mendokumentasikan kericuhan di lokasi penyerobotan lahan plasma milik warga di Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (5/2/2020).

Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana mengatakan, tugas jurnalis jelas dilindungi oleh Undang-Undang (UU) sebagaimana yang diatur dalam Pasal 8 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menyatakan, dalam menjalankan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum.

Kerja-kerja jurnalistik itu meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik. Karena itu, pelaku tindak kekerasan bisa dijerat pasal pidana yang merujuk pada KUHP, serta Pasal 18 UU Pers dengan ancaman dua tahun penjara atau denda Rp500 juta

“Tindakan petugas keamanan PT NWR yang menganiaya, merampas dan menyekap jurnalis MNC masuk dalam kategori perbuatan melawan hukum,” kata Yadi dalam siaran pers, Rabu (5/2/2020).

Yadi mendesak agar PT NWR mengembalikan kamera yang merupakan perangkat kerja Indra. NWR juga jangan sampai menghapus hasil rekaman peliputan.

Sebelumnya di beritakan , wartawan MNC Media, Indra dianiaya oleh petugas keamanan PT NWR saat merekam aksi kekerasan oleh petugas keamanan PT NWR terhadap sejumlah warga di Desa Gondai, Langgam, Pelalawan, Riau.

Ketika pemukulan terjadi, Indra telah menjelaskan dirinya jurnalis TV. Dia juga berusaha berlindung di areal perkebunan. Namun, Indra tetap dianiaya. Kameranya dirampas dan dirusak. Tidak hanya itu, setelah dianiaya, Indra sempat disekap. Dalam bentrokan tersebut, sejumlah warga juga terluka.

Berikut lima poin sikap IJTI, yakni:

IJTI meminta agar polisi segera menangkap dan menindak tegas petugas keamanan PT NWR yang menganiaya dan menyekap jurnalis MNC.
Kekerasan terhadap jurnalis yang tengah bertugas adalah ancaman nyata bagi kebebasan pers dan demokrasi yang tengah tumbuh di tanah air.

Meminta kepada PT NWR agar mengembalikan kamera yang merupakan perangkat kerja Indra dan memastikan PT NWR tidak menghapus hasil rekaman peliputan.
IJTI tidak akan berkompromi dalam bentuk apapun dengan para pelaku kekerasan pada jurnalis.

Mengingatkan kepada seluruh jurnalis di Indonesia agar selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya. Fungsi pers adalah menyuarakan kebenaran serta berpihak pada kepentingan orang banyak.

Komentar

News Feed