oleh

5 Tersangka beserta Barang Bukti Narkoba Hasil Penangkapan Aceh dan Sumut Dibawa ke Jakarta

Jakarta– Badan Narkotika Nasional dan Direktorat Bea Cukai mengungkap kasus peredaraan di dua lokasi, Sumatera Utara dan Aceh. Selain menangkap 5 tersangka, BNN menyita total barang bukti ekstasi sebanyak sekitar 2000 pil dan sabu seberat sekitar 34 kilogram.

Sekitar pukul 12.00 pesawat dari Bandara Kualanamu Medan mendarat di Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma. Dengan pengawalan ketat pasukan bersenjata Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dipimpin Direktur Pemberantasan Narkoba Arman Depari dan Direktorat Bea Cukai keluar dari pintu membawa 5 tersangka beserta belasan barang bukti narkoba yang terbungkus plastik kuning besar.

5 tersangka berinisial F, NT alias Din, Nurdin alias Adi, BM Alias Abu, dan AM, langsung digiring ke kantor Bea Cukai bandara dan ke sel besi BNN untuk diperiksa lebih lanjut oleh petugas.

“4 tersangka F, NT, Adi, dan BM, hasil penangkapan di Aceh Timur. Teman F berinisial NA masul daftar pencarian orang (DPO). Sedangkan AM dari Asahan, Sumatera Utara. Satu tersangka komplotan AM tewas karena melawan petugas dan berusaha kabur,” kata Arman, Senin (17/2/2020), di Kantor Bea Cukai Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Para tersangka, kata Arman, diduga terlibat sindikat internasional Indonesia-Malaysia. Terutama 4 tersangka dari Aceh Timur, mereka menyeludupkan 17 plastik teh Cina dan 8 bungkus plastik bening berisi sabu dengan total berat 18,91 kg melalui perairan aceh. Modus yang digunakan para sindikat melalui kapal ke kepal (ship to ship).

Selain itu, dugaan kuat para tersangka merupakan sindikat internasional, kata Arman bisa dilihat dari barang bukti sabu. “Sabu dibungkus plastik teh Cina, sama seperti bungkusan sabu dalam pengungkapan sebelumnya. Sabu ini berasal dari Myanmar, kemudian beredar ke Malaysia hingga ke Indonesia,” kata Arman.

Menurut Arman, produksi narkoba seperti sabu yang dimainkan sindikat Internasional biasanya, memiliki tingkat kemurnian mencapai sekitar 96 persen. Di depan para jurnalis Arman menunjukan bungkus kuning emas yang memiliki tingkat kemurnian tinggi.

“Bungkus Hijau, kuning keemasan, hijau muda, dan bening, pada umumnya secara fisik sama. Namun, berdasarkan pengungkapan sebelumnya dan jika diperiksa di laboratorium BNN, bungkus kuning emas kemurnian sekitar 96 persen, mendekati sempurna. Paling rendah yang dibungkus bening, sekitar 74 persen,” jelas Arman.(RM/Tyo)

Komentar

News Feed