oleh

Sidak Harga Alat Kesehatan dan Himbauan Social Distancing

Jakarta-Polres Metro Jakarta Timur kembali melakukan sidak harga alat kesehatan seperti masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (24/3). Dari hasil sidak masih ditemukan pedagang yang menjual masker dengan harga tinggi.

Pantauan dilapangan beberapa anggota kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur langsung menyisir beberapa pedagang yang menjual masker, namun saat melakukan penyisiran ditemukan pedagang yang menjual masker dengan harga Rp. 400 ribu.

Sedangkan pedagang itu berdalih jika harga tersebut memang mahal dari distributor, dan mengaku tak menaikan harga masker. Selanjutkan pedagang itu pun di mintai keterangan terkait masker tersebut.

Tak hanya memantau harga masker, pihak kepolisian pun juga menghimbau kepada para pengujung untuk menjaga jarak setiap akan melakukan pembelian, melalui pengeras suara.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Arie Ardian mengatakan sidak kali ini sekaligus untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak menerapkan sosial distancing.

Menurut dia Pasar Pramuka menjadi rentan akan penyebaran wabah ini sebab, banyaknya masyarakat yang berkerumum untuk membeli alat-alat kesehatan yang dijual di Pasar Pramuka.

“Kami dari Polres Metro Jakarta Timur bersama pak Dandim kita berkoordinasi dengan Pasar Jaya diman kita terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk jaga jarak sehingga tidak berkumpul dan dapat berbelanja dengan aman,” kata Kombes Pol Arie Ardian di Pasar Pramuka, Selasa (24/3/2020).

Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat, Arie menyebut jika sidak ini juga berkat laporan masyarakat yang mengeluhkan akan harga masker yang dijual cukup tinggi. Dari sidak itu ditemukan beberapa harga masker dijual dengan harga tinggi.

Padahal menurut Arie Ardian, harga masker sendiri sudah disepakati oleh para pedagang untuk tidak menjual lebih dari Rp. 200 ribu, nyatanya harga masker mahal masih ditemukan.

“Tadi kami juga temukan harga masker yang cukup tinggi di Pasar Pramuka. Sebetulnya ada harga yang sudah di sepakati khususnya masker itu tidak lebih dari Rp. 200 ribu,” katanya.

Sedangkan Dandim 0505/JT Kolonel Inf Muhammad Mahfud menghimbau kepada para pedagang untuk tidak menaikan harga disaat situasi seperti ini.

“Diharapkan pedagang jangan money orientied tapi juga harus membantu masyarkaat, kalo sudah ditetapkan 200 jangan menaikan sampai 400. Kita harapkan pedagang tetap punya toleransi tinggi,” ucapnya. (Firman)

Komentar

News Feed