oleh

Perayaan Cap Gomeh di Wihara Amurva Bhumi Jatinegara Bernuansa Budaya Indonesia

Jakarta– Perayaan Cap Gomeh di Jatinegara Jakarta Timur digelar di Wihara Amurva Bhumi, Jatinegara, Minggu (9/2). Tak hanya mengelar pawai Barongsai namun juga dimeriahkan dengan ondel-ondel dan Reog.

Sebelum pelaksanaan pawai Cap Gomeh, beberapa beberapa barangsai terlebih dahulu diberikan doa-doa sesuai kepercayaan masyarakat Tionghoa.

Beberapa peserta yang akan ikut dalam pawai ini juga terlihat membawa beberapa Rupang (dewa-dewa) yang nantinya akan di gotong diarak keliling Jalan Jatinegara.

Menariknya tak hanya Rupang yang akan ikut di arak dalam perayaan Cap Gomeh ini, namun terlihat beberapa tradisi budaya Indonesia pun dilibatkan seperti Ondel-ondel, Reog, hingga Marawis.

Humas Panitia Cap Gomeh Wihara Amurva Bhumi Jatinegara, Agus CG mengatakan bahwa perayaan Cap Gomeh ini merupakan bentuk puncak perayaan hari raya Imlek. Acara ini digelar pasca 15 hari perayaan Imlek, pada Sabtu (25/1) lalu.

“Hari ini pesembahyangan dalam rangka menyambut hari ke 15, dalam penanggalan Imlek bulan ke-1. Ini kan Imlek 2571 jadi ini tradisi kita umat budha (tionghoa) mengadakan acara perayaan cap gomeh,” kata Agus saat ditemui di Wihara Amurva Bhumi Jatinegara, Minggu (9/2/2020).

Dikatakan Agus, ada beberapa peserta dari beberapa Wihara di Jakarta Timur yang terlebih dalam pawai Cap Gomeh ini, mereka mengirimkan perwakilannya untuk memeriahkan Cap Gomeh di Jatinegara.

Mereka yang terlibat akan menampilkan atraksi barongsai yang akan berkeliling dari Wihara Amurva Bhumi Jatinegara menuju Jalan Matraman Raya lalu ke Jalan Jatinegara Timur berputar di Jalan Jatinegara 4 lalu kembali ke Wihara Amurva Bhumi.

“Nah kali ini perayaan cap gomeh dalam rangka pesta tahun baru imlek, kita meriahkan dengan acara gotong rupang (dewa-dewa) dan juga di isi kesenian-kesenian dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Agus menyebut jika dilibatkannya tradisi kesenian Indonesia seperti Ondel-ondel, Reog Ponorogo sebagai bentuk kerukunan dan toleransi antara warga , khususnya di lingkungan Jatinegara itu sendiri.

“Nah di lingkungan sini kan tidak hanya warga tionghoa saja, nah makannya kita adakan acara cap gomeh ini dengan mengundang dari berbagai kalangan seperti Reog Ponorogo, Tanjidor, Ondel-ondel dan Marawis,” ujarnya.

Menurutnya dengan dilaksanakan pawai Cap Gomeh dengan membawa Rupang (dewa-dewa) berkeliling, dapat menebarkan benih-benih kebaikan di lingkungan sekitar serta sebagai bentuk tolak bala.

“Biasanya orang kan bersembahyang didalam wihara nah sekarang dewanya yang melihat keluar ke lingkungan sekitar. Dimaksudkan untuk dewa-dewa ini menebarkan kebaikan untuk kita semua. Ya semacam penolak bala, sehingga lingkungan sini tertib, aman,” ucapnya. (RM)

Komentar

News Feed