oleh

Dugaan Penculikan Anak oleh Pengurus Sekolah di Cilangkap Ternyata Rekayasa Masalah Keluarga

Jakarta-Tuduhan yang di arahkan kepada salah satu pengurus SMA/SMK dicilangkap terkait adanya dugaan penculikan anak akhirnya terkuak. Keluarga besar dari anak yang dituduh diculik oleh pengurus yayasan SMA/SMK di Cilangkap itu mengaku tuduhan yang diberikan itu sangat tidak benar karena kedua anak itu memang memilih untuk hidup bersama sang terlapor dan sudah memiliki bukti yang otentik.

Ruminten (46), keluarga pengurus yayasan yang mengaku sangat kaget dengan tuduhan yang disebutkan Rusmala Sitanggang, Jumat (15/2/2020) kemarin. Menurutnya, tidak ada aksi penculikan seperti yang dituduhkan wanita yang merupakan kedua bibi dua anak berinisial RP, 11, dan BRL, 7. “Tidak benar kalau mereka sebut kerabat saya menculik kedua anak itu melainkan kedua anak tersebut yang memang ingin hidup bersama namborunya/bibi (terlapor),” katanya, Sabtu (15/2/020)

Dikatakan Ruminten, selama ini sejak sang ayah meninggal dunia November lalu, hak asuh kedua bocah itu menjadi tanggungjawabnya.

Bahkan, kedua anak itu juga meminta kepada FS untik mengasuhnya dan tak ingin diasuh oleh paman serta bibinya. “FS sudah mendapat hak asuh, anak-anak juga setuju tinggal bersamanya, jadi tidak ada penculikan seperti yang dituduhkan,” ujarnya.

Ruminten menambahkan, terkait masalah itu juga ia menilai tak ada sangkut pautnya dengan yayasan seperti yang selama ini berkembang.

Hal ini hanya masalah keluarga dan saat ini keluarga besar tengah mencari jalan terbaik. “Kedua anak itu juga sudah kami titipkan di rumah aman dibawah perlindungan Komnas Perlindungan Anak,” ungkapnya.

Terkait aksi yang dilakukan pihak pelapor dilingkungan sekolah kemarin,pihak keluarga sudah melaporkan kepihak Polda Metro Jaya.

“Kami laporkan kemarin Jumat(14/2) ke Polda Metro Jaya yang menuduh adanya penculikan di Di sekolah ,”tegas Ruminten

Sebelumnya diberitakan, seorang pengurus SMA/SMK di Cipayung, Jakarta Timur, dilaporkan atas aksi dugaan penculikan terhadap dua orang anak. Dimana wanita tersebut diketahui membawa kabur anak perempuan, saat ayahnya sedang dimakamkan, beberapa waktu lalu.

FS, yang dilaporkan atas dugaan aksi penculikan terhadap dua anak yang terjadi sejak pertengahan November 2019 lalu. Dimana dua anak berinisial RP, 11, dan BRL, 7, tak kembali ke rumah usai acara prosesi pemakaman ayahnya.

Rusmala Sitanggang, tante RP dan BRL mengatakan, keponakannya diculik saat proses pemakaman ayah kedua korban pada tanggal 15 November 2019. “Sejak acara pemakaman itu, saya sudah tak pernah lagi melihat kedua keponakan saya yang hilang,” katanya, Jumat (14/2) kemarin. (Erry)

Komentar

News Feed