oleh

Berjibaku Menyiapkan Jutaan Sembako,Sejumlah Pegawai PD Pasar Mulai Kelelahan

Jakarta-Pegawai Perumda Pasar Jaya, mulai kelelahan karena harus berjibaku selama 24 jam beberapa waktu belakangan ini. Mereka diminta untuk menyiapkan 1,2 juta paket sembako yang harus dengan segera diberikan ke warga Jakarta yang terdampak Covid 19.

Hampir semua pegawai di seluruh pasar di Jakarta, diminta untuk turun tangan dalam menyiapkan paket bantuan. Terlebih sejuta paket sembako itu harus rampung dikerjakan dalam waktu dua pekan seperti apa yang di instruksikan Gubernur DKI Anies Baswedan. “Sudah lebih dari seminggu kerja seperti ini, nggak kenal waktu,” kata Ar, salah seorang pegawai, kemarin.

Menurut Ar, dengan bekerja menjadi dua shift dalam waktu 24 jam, harapan pekerjaan dengan menyiapkan paket cepat rampung. Akibatnya, banyak pegawai yang terlihat kelelahan atas kondisi yang terjadi itu. “Sedih kerjanya pak, padahal kan lagi ada wabah. Jadi kayak kerja biasa saja, nggak pengaruh ada PSBB,” ujarnya.

Ditambahkan Ar, bukan hanya dirinya yang merupakan seorang staf yang dipaksa bekerja. Namun seorang pegawai yang memiliki jabatan manager area juga diminta untuk ikut andil dalam kegiatan itu. “Jadi istilahnya semua yang kerja disini kayak buruh pabrik karena dikejar-kejar siapkan 1,2 juta paket. Ini juga melanggar undang-undang ketenagakerjaan, karena kerja tak ada batas waktu,” ungkapnya.

Banyaknya pelanggaran dalam menyiapkan paket bantuan itu, sambung Ar, karena selain tak ada batas jam kerja, juga tak ada jarak sosial distance. Pasalnya, meski ditengah pandemi covid 19, suasana kerumunan macam pabrik, sarat tertular covid. “Aktifitas tinggi dan padat, tidak dilengkapi alat pelindung diri, kita punya bermodal masker saja,” tuturnya.

Dikatakan Ar, akibat masalah itu, Serikat Pekerja (SP) Pasar Jaya juga sudah mengirim surat ke Kementrian Kesehayan dan juga Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta. Harapannya, agar nasib pegawai yang bekerja itu mendapat perhatian. “Katanya sudah bersurat, cuma kita belum tahu lagi kelanjutannya,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Direktur Umum (Dirut) Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin membantah telah mempekerjakan pegawainya melebihi jam kerja. Bantahan itu disampaikan karena sebelumnya para pegawai mengeluh kelelahan karena diminta menyiapkan paket bantuan sebanyak 1,2 juta.

“Tidak ada yang di forsir, semua ada shiftnya dan kerja 8 jam seperti biasa. Namun hal itu akan menjadi evaluasi kami, karena kedepannya kita minta mereka (pegawai) yang ikhlas dan sukarela saja. Karena kita terpanggil bantu masyarakat, saya pikir akan memudahkan mereka yang tidak mau ya tidak apa-apa,” kata Arief, saat dikonfirmasi, Senin (27/4).

Dikatakan Arief, kondisi wabah Covid 19 ini, memang cara kerja yang dilakukan telah berubah. Dimana yang dulunya kota bekerja offline, kini berkerja secara online. Begitu juga ketika menyiapkan bantuan sosial, dari kerja di pasar jadi bekerja membantu untuk membuat paket. “Ini semata-mata untuk membantu masyarakat, yang mungkin juga adalah keluarga kita,” ungkapnya.

Arief menambahkan, dalam pembuatan paket itu juga, pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dalam protap covid 19. Dimana sebelum masuk dilaukan thermal temperatur, di berikan masker, diberikan Konsumsi dan vitamin. “Di tempat pengepakan kita juga selalu selalu diingatkan kepada pegawai untuk menjaga jarak,” ungkapnya.

Menurut Arief, aksi yang dilakukan selama ini karena Pasar Jaya terpanggil untuk membantu masyarakat agar terbantu pangannya. Dan semua ini sesuai dengan arahan dari Pemprov dan langsung pak Gubernur, dibantu TNI dan Polri. “Karena selain pegawai di lingkungan pasar, ada juga relawan karang taruna dan masyarakat lainnya yang tergerak,” terangnya. (MI)

Komentar

News Feed