viral wanita marah-marah karena parkiran

Warungjurnalis, Jakarta – Viral di media sosial wanita cekcok dengan pemilik toko. Adu mulut tersebut diduga karena tak terima ditegur ‘numpang’ parkir mobil terlalu lama. Sebab, wanita itu memarkir mobilnya di depan toko milik orang lain.

Dalam rekaman video tersebut terlihat mobil berwarna abu-abu sedang parkir di depan toko pelayanan ekspedisi barang. Diduga wanita tersebut kesal karena mobilnya ditempeli kertas bertuliskan “Numpang Parkir Kira-Kira Bos”. Pemobil ini berdalih parkir di depan toko ekspedisi itu karena lokasinya adalah parkiran umum.

Menanggapi peristiwa tersebut, Praktisi Safety Driving, Andry Berlianto mengatakan bahwa parkir mobil juga harus memiliki etika, jangan sampai merugikan orang lain. Dalam kasus contoh ini misalnya sebaiknya mintalah izin terlebih dulu, berikan garansi waktu berapa lama kira-kira akan parkir di tempat tersebut.

“Karena izin itu penting apalagi jika ada efek mengganggu akses jalan orang lain,”

Selain itu, posisikan mobil tidak menghalangi atau mengganggu akses keluar masuk toko.

Andry memberikan beberapa aspek saat memarkir mobil, di antaranya parkir di lahan parkir yang telah disediakan, tidak parkir di lokasi yang ada rambu P coret, tidak parkir persis di depan pintu atau akses keluar-masuk orang atau kendaraan, dan jika ada petugas parkir mencari informasi apakah tempat parkirnya bermasalah atau tidak.

Terpenting berkaitan dengan keselamatan. Jika diperhatikan pusat perbelanjaan, perkantoran, maupun gedung-gedung, hampir semua kepala mobil menghadap ke depan atau ke bagian jalan saat parkir. Ini juga membuat sudut pandang pengemudi terhadap sekelilingnya lebih baik.

Aturan parkir di Indonesia

Minimnya ketersediaan lahan parkir di tempat usaha mengakibatkan kendaraan pengunjung sering kali mempersempit badan jalan dan membuat kemacetan. Di luar kasus di atas, Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) mengatur bahwa jalan tidak serta merta dapat difungsikan sebagai tempat parkir.

“Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah),” bunyi pasal 275 ayat 1.

Selain UU LLAJ, parkir juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (PP Jalan).

“Setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan,” bunyi pasal 38.

 

Comment