oleh

Seorang oknum Tentara Thailand Tembaki Warga di Mall ,16 orang tewas

Jakarta– Seorang oknum tentara Thailand mengamuk menembaki warga secara membabibuta ,membunuh setidaknya 16 orang di sebuah pusat perbelanjaan terkenal yang terletak di bagian timur laut Thailand pada Sabtu (08/02/20) kata seorang petugas medis darurat sebagaimana dikutip dari Associated Press Minggu (09/02/20)

Noppadol Sirijanya, petugas tim penyelamatan Sawang Meta Tham di Nakhon Ratchasima mengatakan jumlah korban tewas mencapai 16 jiwa pada pukul 10 malam, polisi awalnya menyatakan korban tewas lebih dari 10 orang.

Jumlah korban luka hingga saat ini belum diketahui pasti, pemerintah telah memerintahkan rumah sakit terdekat sekitar kejadian perkara untuk siaga dan menpersiapkan stok prrsediaan donor darah mrnteri kesehatan thailand Anutin Charnvirakul mengatakan di laman facebooknya seorang dokter tertembak saat sedang mengobati korban terluka

Nopadoll mengatakan tim penyelamat berhasil mengevakuasi 100 orang lebih dari dalam mall dimana mereka terjebak berjam jam lamanya. Dari rekaman video cctv yang ditayangkan Stasiun TV Thai Rath terlihat pelaku bersenjatakan senapan serbu, tv rhat melaporkan insiden terjadi sejak pukul 03.30 sore

Seorang perwira polisi Kota Nakhon Ratchasima yang dihubungi via telepon menerangkan bahwa oknum tentara tersebut awalnya menembak mati seorang tentara dan wanita serta melukai orang ketiga yabg diduga disebabkan permasalahan sengketa tanah

Petugas polisi dan pegawai kota yang minta tidak disebutkan namanya megatakan pelaku mengambil senjata dari markasnya lalu mengendarai kendaraan militer menuju mall dan menembak membabibuta sepanjang perjalanan.

Juru bicara Departemen Pertahanan Thailand Letjen Kongcheep Tantrawanich mengidentifikasi pelaku sebagai Sersan Jakrapanth Thomma, dia juga mengatakan polisi dan militer sudah mensterilkan area mall dan mengepung mall tersebut.

Pria yang diyakini sebagai pelaku diketahui masih sempat memposting status facebook nya selama pembantaian berlangsung denngan pernyataan “tidak seorangpun bisa lari dari kematian ” dan ” haruskah aku menyerah?” , di postingsn terakhir dia menulis ” aku sudah berhenti”. Foto Profilnya memperlihatkan foto dia berseragam militer dan menggenggam pistol dengan latar belakang senjata laras pendek dan amunisi

Dari rekaman video yang diambil dari luar mall dan beredar di media sosial tampak orang orang berlarian di areal parkir mencari perlindungan menghindari tembakan membabibuta

Kekerasan bersenjata jarabg terdengar terjadu di Thailand meski senjata api bisa didapatkan secara legal dan banyak warga memiliki senjata api, terkecuali pertempuran bersenjata di Wilayah Timur jauh Thailand dimana pasukan pemberontak separatis bercokol bertahun tahun.

Insiden ini terjadi selang sebulan dari penembakan yang terjadi mall elit yang terletak di pusat kota Thailand Lopburi. pada peristiwa itu seorang pria bertopeng menenteng pistol berperedam suara membunuh 3 orang termasuk seorang anak laki laki berusia 2 tahun dan melukai 4 orang lainnya saat pelaku hendak beraksi merampok sebuah toko permata, sang pelaku seorang direktur sekolah yang ditangkap kurang dari dua minggu kemudian mengaku tidak berniat menembak siapapun. (RM)

Komentar

News Feed