oleh

Ketakutan Terhadap Virus Corona Mulai Menghantui Tempat Ibadah, Jemaat Diminta Tidak Berjabat Tangan

Jakarta-separuh Kursi-kursi sebuah gereja Katolik besar di Filipina terlihat kosong saat Ibadah Misa Perjamuan Kudus , bahkan para jemaat diminta tidak berjabat tangan selama ibadah berlangsung untuk menghindari penyebaran virus Covid (corona virus disease) 2019, nama resmi virus corona yang baru disematkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO)

“Kami mengerti kecemasan dan ketakutan para Jemaat dan juga masyarakat akan wabah virus ini,sebagaimana kita ketahui wabah virus ini menjadi bahan pembicaraan semua orang di seluruh kota” kata Rev Siegfred Arellano Pendeta Gereja Binondo di Chinatown pusat kota Filipina , ” Jumlah jemaat yang hadir misa pun sangat menurun tajam” tambahnya .

Cardinal John Hon Tong di Hongkong, menggunakan masker saat mengumumkan penundaan Ibadah Misa Perjamuan Kudus di gerejanya selama 2 minggu kedepan dan menyarankan para Jemaat agar mengikuti ibadah misa perjamuan kudus secara virtual (secara online) .

Sementara itu, di Cina, negara tempat wabah ini pertamakali menyebar , sejak 28 Januari lalu telah melarang kegiatan ibadah berjamaah dan memerintahkan penutupan sementara tempat – tempat ibadah seluruh agama , Konghucu, Kristen, Katolik dan Muslim . Masjid-masjid disana mengumumkan pembatalan ibadah sembahyang Jum’at , para Ulama Muslim Cina meminta umat Muslim mempercayakan penanganan wabah ini sepenuhnya kepada Pejabat Partai Komunis Cina dan mentaati himbauan pemerintah menghindari keramaian.

Pembatasan kegiatan peribadatan keagamaan di berbagai tempat ibadah dipenjuru Asia menunjukkan fakta ketakutan akan wabah virus covid 2019 ini telah merebak hampir di semua lini kehidupan tidak terkecuali aspek keagamaan dan menimbulksn dampak kerusakan yang parah.

Serangan wabah virus Covid 2019 sejauh ini telah menelan korban jiwa lebih dari 1500 orang dan menginfeksi lebih 67.000 lainnya, dengan jumlah terbanyak di Cina dimana beberapa kota berpenduduk lebih 60 juta jiwa di negeri tirai bambu itu telah diisolasi dalam rangka mencegah meluasnya penyebaran virus.Selain di Cina, virus tersebut memakan korban jiwa 4 orang di negara lainnya masing-masing , Filipina, Hongkong, Jepang dan yang terakhir dilaporkan di Prancis.

Sementara itu , Kuil- kuil Agama Sinto di Jepang mengalami penurunan jumlah pengunjung yang drastis, salah satunya Suzumushi , kuil destinasi favorit peziarah sampai memasang papan penanda bertuliskan ” Tidak perlu mengantri, Dikarenakan dampak virus Covid 2019 ”

Pihak Gereja Katolik Singapura mengumumkan penundaan ibadah Misa Perjamuan Kudus sampai batas waktu yang belum ditentukan sejak Sabtu ini ,guna mencegah penularan virus setelah Pemerintah Kota melaporkan temuan 67 kasus baru terinfeksi termasuk diantaranya seorang Pendeta Senior dan beberapa anggota jemaat Gereja Sidang Jemaat Allah ( Grace Assembly of God Church) sebagaimana dilansir dari Associated Press Sabtu ( 15/02/20)

Selain itu, Kuil terkenal Wat Pho di Thailand mengalami dampak menurun drastis tingkat kunjungan wisatawan asing khususnya yang berasal dari Cina pasca merebaknya wabah virus corona Covid 2019 . ” Tingkat kunjungan turis asal Cina ke kuil Wat Pho turun signifikan sejak wabah merebak ” ujar Phra Maha Udom Panyapho , Biksu Thailand yang bertugas menjadi pemandu para turis asing di kuil Thailand.

Sebuah Gereja Protestan di Seoul Korea Selatan bahkan mengalihkan seluruh kegiatan ibadahnya dari tempat ibadah menjadi virtual ( online/ dalam jaringan) pasca salah satu jemaat mereka diketahui terinfeksi virus tersebut pada 30 Januari 2020 lalu. Sementara gereja-gereja lain di Korea Selatan mulai melakukan penyemprotan desinfektan di ruang-ruang ibadah mereka dan menghentikan sementara kegiatan ibadah anak-anak .

Ditengah merebaknya ketakutan terhadap virus corona di umat beragama, ada sebagian orang yang tetap kukuh beribadah dengan mendatangi tempat ibadah, mereka menganggap wabah ini adalah bentuk ujian bagi keimanan mereka. ” Virus itu tidak dapat menggoyahkan iman saya” kata Rey Gilber pria berusia 55 tahun yang tetap menghadiri Ibadah Misa Perjamuan Kudus di Gereja Binondo Filipina.

Sejumlah pemuka agama di penjuru benua Asia telah mengeluarkan himbauan untuk berdoa bersama bagi kesembuhan para korban terinfeksi virus corona ini, dan sekaligus mendesak para pemerintah dan badan-badan kesehatan internasionsl untuk bertindak menghentikan penularan virus sekaligus menemukan obat penyembuhnya.

Berbeda dengan negara -negara lain di Asia, Indonesia negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia tidak mengalami dampak ketakutan akan wabah virus covid 2019 ini, seluruh kegiatan ibadah semua agama tetap berlangsung normal seperti biasanya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan kekebalan tubuh yang kuat, gaya hidup sehat dan tekun berdoa adalah senjata ampuh melawan virus tersebut. ” Kuncinya adalah tetap bertekun dalam doa dan pertahankan kekebalan tubuh” kata Terawan, dia menambahkan ” jangan pernah remehkan kekuatan doa”(Rk)

Foto: Ilustrasi

Komentar

News Feed