oleh

Ini 15 Mitos Sesat Seputar Virus Corona Yang Disangkal WHO

Jakarta- merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) diberbagai belahan dunia yang hingga saat ini sudah menginfeksi 98.202 orang dan mengakibatkan kematian 3.300 orang , beredar informasi sesat yang berkembang dimasyarakat terutama melalui media sosial yang berpotensi menimbulkan mispersepsi dan pemahaman keliru dalam mengantisipasi dan menangani penyebaran virus tersebut.

Badan Kesehatan Dunia ( World Health Organization/ WHO ) menemukan setidaknya 15 informasi sesat berupa mitos seputar virus corona yang beredar di media massa maupun media sosial , dalam rangka meluruskan mitos tersebut, WHO mempublikasikan penjelasan resmi menyangkal mitos keliru tersebut , dalam artikel berjudul Corona virus (Covid-19) advice for the public : Myth busters, sebagaimana dikutip dari laman situs resmi Badan Kesehatan Dunia ( WHO) pada Jumat (6/3/20).

Berikut isi lengkap artikelnya :

Mitos ke-1 : Apakah Udara Dingin Dapat Membunuh Virus Corona

Penjelasan WHO : Tidak Betul Udara Dingin dapat membunuh virus, karena belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan udara dingin dapat membunuh virus corona ataupun penyakit lainnya, karena suhu normal tubuh manusia tetap akan berkisar antara 36.5°C – 37°C terlepas dari berapapun suhu udara maupun cuaca dilingkungan sekitarnya. Sehingga cara yang paling efektif mematikan kuman virus corona atau kuman penyakit lainnya adalah dengan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air atau antiseptik berbahan dasar alkohol ( hand sanitizer)

Mitos ke-2 : Apakah mandi air panas dapat mencegah dari terjangkit corona?

Penjelasan WHO : Tidak,mandi air panas tidak melindungi kamu dari tertular virus corona, karena suhu normal tubuh manusia tidak akan berubah dari 36.5°C – 37°C terlepas berapapun suhu air yang digunakan untuk mandi. Cara terbaik tetap mencuci tangan dengan air dan sabun atau antiseptik secara rutin karena dapat menghilangkan bakteri virus dan mennghindari infeksi virus yang bisa saja ada di tangan kita saat tangan menyentuh wajah, hidung maupun mata kita.

Mitos ke-3 : Apakah paket barang dari Cina ataupun negara-negara yang terjangkit wabah corona dapat menyebarkan virus corona ?

Penjelasan WHO : Tidak bisa , meskipun virus corona dapat bertahan beberapa jam di permukaan luar bahkan beberapa hari ( tergantung jenis permukaan luarnya) namun sangat tidak mungkin virus dapat bertahan di permukaan luar setelah barang tersebut sudah melalui proses pemindahan dan pengangkutan serta penyimpanan dalam kondisi cuaca dam suhu yang berbeda-beda. Jika masih ragu dapat membersihkan permukaan paket barang menggunakan disinfektan, setelah menyentuhnya segera cuci tangan menggunakan air dan sabun atau antiseptik berbasis alkohol ( hand sanitizer)

Mitos ke-4 : Apakah virus corona dapat menular melalui gigitan nyamuk?

Penjelasan WHO : Tidak bisa, sampai saat ini tidak ada bukti medis yang menunjuklan virus corona menular melalui gigitan nyamuk, virus corona adalah virus yang bersarang di saluran pernapasan , sehingga penyebaran virus umumnya melalui cairan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin-bersin atau bisa juga melalui cairan lendir yang keluar dari hidung. Untuk melindungi diri ., selain mencuci tangan seperti yang dianjurkan juga disarankan hindari kontak fisik atau jarak dekat dengan orang yang batuk, bersin atau pilek.

Mitos ke-5 : Apakah mesin pengering tangan efektif membunuh virus corona?

Penjelasan WHO : Tidak, mesin pengering tangan tidak efektif membunuh virus corona ,untuk melindungo diri tetap cuci tangan gunakam air dan sabun atau antiseptik berbahan alkohol, setelah itu keringkam dengan handuk kertas atau mesin pengering tangan

Mitos ke-6 : Bisakah sinar lampu ultraviolet berfungsi sebagai disinfektan membunuh kuman virus corona ?

Penjelasan WHO : Tidak, sinar ultra violet semestinya tidak digunakan untuk mensterilisasi tangan atau bagian tubuh lainnya sebab sinar UV mengakibatkan iritasi pada kulit

Mitos ke-7 : Seberapa efektifnya alat pendeteksi suhu tubuh ( thermal scanner) mendeteksi orang yang terinfeksi virus corona ?

Penjelasan WHO :

Alat pemindai suhu tubuh efektif mendeteksi orang yang mengalami gejala demam ( suhu tubuh diatas normal) yang diakibatkan terinfeksi virus corona .

Namun alat tersebut tidak dapat mendeteksi virus pada orang yang sudah terinfeksi namun tidak mengalami gejala demam karena virus corona butuh 2-10 hari sebelum orang terinfeksi mengalami sakit dan demam

Mitos ke-8 : Bisakah menysmprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh membunuh virus corona ?

Penjelasan WHO :

Tidak bisa, menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virusyang sudah telanjur masuk ke dalam tubuh. Menyemprotkan senyawa kimia jenis tersebut dapat membahayakan organ tubuh terbuka yang mengandung cairan seperti mulut , hidung dan mata, meski alkohol efektif membunuh kuman virus corona di permukaan lapisan luar namun tetap dalam batasan yang pantas sesuai rekomendasi anjuran dokter

Mitos ke-9 : Bisakah binatang peliharaan menyebarkan virus corona?

Penjelasan WHO ; Sampai saat ini belum ada bukti medis menunjukkan binatang peliharaan seperti anjing, kucing dapat terinfeksi virus Covid-19 , bagaimanapun tetap dianjurkan untuk selalu mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau antiseptik seusai anda kontak dengan binatang tersebut untuk mencegah anda tertular bakteri semisal E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah dari hewan ke manusia

Mitos ke-10 : Apakah vaksin pneumonia dapat melindungi kita dari virus corona ?

Penjelasan WHO : Tidak, vaksin anti pneumonia seperti pneumococcal vaksin dan Haemophilus Influenza type B ( Hib) vaksin tidak menyediakan perlindungan terhadap virus corona. Virus corona sangat baru dan berbeda sehingga membutuhkan vaksin khusus tersendiri. Para peneliti sedang berupaya mengembangkan vaksin anti virus corona dan WHO mendukung penuh usaha mereka . Meski vaksin -vaksin diatas tidak efektif terhadap virus corona, namun pemberian vaksin gangguan pernapasan sangat direkomendasikan untuk melindungi kesehatan tubuh

Mitos ke-11 : Bisakah dengan meneteskan saline secara rutin ke hidung mencegah kita terinfeksi virus corona?

Penjelasan WHO : Tidak ada bukti meneteskan hidung menggunakan saline dapat melindungi orang dari infeksi virus corona. Ada beberapa bukti yang menunjukkan meneteskan saline secara rutin ke hidung mempercepat pemulihan dari flu biasa , bagaimanapun meneteskan secara rutin cairan saline ke hidung tidak pernah ditunjukkan untuk mencegah infeksi pernapasan.

Mitos ke-12 : Apakah memakan bawang putih dapat membantu mencegah infeksi virus corona?

Penjelasan WHO : Bawang putih adalah makanam sehat yang memiliki kandungan anti bakteri ( mikroorganisme) , namun demikian, dalam konteks situasi wabah saat ini , belum ada bukti memakan bawang putih dapat melindungi orang dari infeksi virus corona .

Mitos ke-13 : Apakah virus corona hanya menjangkit orang tua ( lanjut usia) atau juga dapat menjangkit orang yang berusia lebih muda?

Penjelasan WHO : Orang di segala usia dapat terjangkit virus corona. Orang dengan usia lebih tua (lanjut usia) dan orang pengidap penyakit yang sudah ada sebelumnya ( seperti asma, diabetes, sakit jantung) nampaknya lebih rentan mengalami dampak serius atau makin memperparah penyakitnya ketika terinfeksi virus corona. WHO menganjurkan orang di segala usia untuk mengambil langkah melindungi diri dari virus , sebagai contoh dengan mengikuti panduan menjaga kebersihan tangan dan kebersihan saluran pernapasan .

Mitos ke – 14 : Apakah antibiotik efektif mencegah dan mengobati dari virus corona?

Penjelasan WHO : Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus melainkan hanya terhadap bakteri. Virus corona Covid-19 adalah sejenis virus, karenanya antibiotik seharusnya tidak digunakan sebagai slat pencegahan atau pengobatan. Akan tetapi, jika anda dirawat di rumah sakit , anda mungkin tetap diberikan anti biotik mengingat kemungkinan ada bakteri yang ikut menginfeksi .

Mitos ke -15 : Adakah obat-obatan yang spesifik untuk mencegah atau mengobati virus corona ?

Penjelasan WHO : Sampai hari ini, belum ada obat spesifik yang direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati infeksi virus corona ( Covid-19) . Namun setiap pasien yang terinfeksi akan tetap menerima penanganan dan perawatan yang sesuai guna mengurangi dan mengobati gejala-gejalanya, dan mereka dengan kondisi penyakit yang parah akan menerima perawatan paling optimal . Beberapa upaya pengembangan penemuan obat spesifik sedang dalam penyelidikan dan akan dilakukan uji klinis terlebih dahulu. WHO membantu dan mendukung rekanpeneliti percepatan riset dalam upaya menciptakan obat spesifik virus corona .(*)

Komentar

News Feed