Jakarta — Perumda Pasar Jaya memastikan proses revitalisasi Pasar Pramuka tetap berjalan setelah melalui rangkaian evaluasi dan menerima masukan dari berbagai pihak, mulai dari fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta, Komisi B, Kemenko Polhukam, hingga Ombudsman RI.
Proyek ini disebut sebagai upaya memperbaiki kualitas pasar tradisional agar lebih modern dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Dalam keterangannya, Pasar Jaya mengumumkan telah menetapkan harga resmi Penyesuaian Harga Perpanjangan Hak Pemakaian Tempat Usaha (PHPTU) pada 20 Oktober 2025. Harga kios 4 m² di lantai dasar dipatok Rp 390 juta dan lantai satu Rp 345 juta untuk masa sewa 20 tahun, belum termasuk PPN.
Penetapan ini dilakukan setelah adanya penurunan signifikan dari hasil appraisal Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang terbit pada Mei 2024. Kala itu, nilai appraisal lantai dasar mencapai Rp 940 juta dan lantai satu Rp 640 juta. Artinya, terjadi penyesuaian harga hingga 54%.
Manager Humas Pasar Jaya, Irfan, mengatakan penurunan harga tersebut merupakan bentuk keberpihakan perusahaan kepada pedagang.
“Kami memahami situasi para pedagang dan masukan yang disampaikan. Karena itu, Pasar Jaya menurunkan harga jauh di bawah nilai appraisal untuk memastikan keberlangsungan usaha mereka,” ujar Irfan.
Selain pemotongan harga, Pasar Jaya juga menyediakan berbagai skema keringanan pembayaran, mulai dari diskon hingga fasilitas cicilan selama 18 bulan. Menurut Irfan, kebijakan ini diambil agar beban pedagang tidak semakin berat di tengah proses revitalisasi.
“Tujuan kami mencari titik tengah. Revitalisasi tetap berjalan, tetapi pedagang mendapat kemudahan dan kepastian,” tambahnya.
Revitalisasi Pasar Pramuka ditargetkan menghasilkan area perdagangan yang lebih tertata, higienis, aman, serta mampu mengikuti standar pengelolaan pasar modern tanpa menghapus karakter pasar tradisional. Pasar Jaya menegaskan bahwa transformasi ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi warga Jakarta.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pasar Jaya menyatakan komitmennya membangun Pasar Pramuka yang lebih layak dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi melalui jaringan pasar rakyat di ibu kota.






